Farid dan Benaya Hanya Berhenti
Berhenti di perempatan Ponolawen dari arah utara itu rasanya tidak nyaman. Menunggu lampu hijau di perempatan yang mempertemukan truk-truk besar tersebut hampir seperti menunggu portal kereta api terbuka setelah dua ekor kereta melintas. Lama sekali. Dan itu juga yang akhirnya membikin cemas. Karena truk-truk besar tadi. Sesekali aku menengok spion, memastikan di belakang truk-truk yang searah mengaspal dengan aman. Berhenti cukup erat kaitannya dengan 'rampung' dan 'selesai'. Lukisan yang rampung tidak selalu bisa dikatakan selesai. 'Rampung' adalah keadaan di mana pelukis memilih berhenti di tengah keinginan untuk terus-menerus melanjutkan lukisannya. Kau dapat lebih mengerti (atau malah kurang mengerti?) Goenawan Mohamad menjelaskan itu dalam teks pidatonya berjudul "Fragmen: Peristiwa" yang tergabung di bukunya Pada Masa Intoleransi . Kecepatan kendaraan 0 km/jam di lampu merah tidak berarti perjalanan pengendaranya sudah selesai atau sampai tuju...