Malam Bulan Puasa
Di kecamatan ini, suasana malam di bulan Puasa dari awal abad 21 sampai sekarang tidak pernah berubah. Selalu bertabur kegiatan konfeksi di rumah-rumah. Dari ukuran besar sampai yang hanya terdiri dari satu keluarga. Mereka bergelut dengan kain-kain, menjahit baju dan lain-lain. Meski begitu, sejak cara manusia dalam menjual-belikan barang berkembang ke arah digital, ada wajah lain yang tampak di malam Ramadan, yaitu perpaketan atau ekspedisi. Geliatnya begitu besar. Sebab setiap hari selalu ada orang membeli barang dari toko online , tentu harus ada pihak yang menyediakan barangnya, para pejuang online shop lah pemainnya di lapangan baru ini. Mungkin dulu di awal trennya, aku melihatnya sebagai aksen saja. Tapi, sekarang sudah menjadi sesuatu yang primer. Mungkin orang lain merasa asyik dan senang dengan tren itu. Apalagi yang hobi berbelanja. Tapi, aku dan pikiranku-- yang aneh ini-- seperti belum bisa menerimanya. Perubahan yang terlampau mempermudah itu terlalu mengikis wajah lama...