Oh, Fadia Arafiq
Jangan berlebihan merayakan sesuatu. Itulah kalimat yang relevan buat masyarakat Pekalongan. Diksi "merayakan" pun kiranya sudah tepat. Bentuk perayaannya beraneka macam. Dari memasang spanduk di tempat umum dengan ucapan terima kasih pada KPK, sampai bagi takjil sebagai syukuran. Usai ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi (detil kasusnya bisa disimak di banyak media), terpampang di jagat medsos Fadia Arafiq, bupati Pekalongan mengenakan rompi oranye dengan kerudung menutupi hampir seluruh wajahnya. Aku hanya melihat sebelah matanya menyeruak di antara keriuhan- pertanyaan hingga hujatan (oleh netizen). Mengemukanya kasus rasuah Bupati Pekalongan tidak cuma menandakan adanya penyalahgunaan wewenang. Berdasar konferensi pers KPK, belasan milyar uang dari perusahaan keluarga bupati, yang mana hasil penyalahgunaan wewenang jabatan tersebut, mengalir kepada Fadia dan keluarganya. Belasan milyar, bayangkan! Sementara warga Kabupaten Pekalongan masih banyak yang miskin. Mengemuka...