Posts

Showing posts from June, 2026

Daripada Resah

Ada baiknya memang kita diam. Ngga usah kasih warning ke pemerintah apalagi presiden. Usaha kita mewanti-wanti presiden lewat media sosial seperti pada program MBG itu bak remahan rengginang, dibuang doang. Pas kita kasih warning tahu kan gimana responnya di pidato-pidato beliau? Seakan kita jahat, ngga mau lihat negara ini maju. Kita sudah ramai-ramai berkomentar di medsos kalau MBG itu ladang korupsi. Tapi, presiden Prabowo tetap percaya diri kalau MBG berjalan dengan baik. Kita sudah ramai-ramai ingetin, kalau penggelontoran APBN buat MBG itu berlebihan, tidak usah kasih MBG ke semua sekolah di semua daerah. Tetap saja dia lanjutin. Katanya, itu uang rakyat, daripada dikorupsi mending buat makan rakyat. Capek deh. Belum lama, tiba-tiba kepala BGN ditangkap karena kasus korupsi anggaran MBG gila-gilaan. Siapa yang nyuruh nangkep? Presiden sendiri. Terus setelah kepalanya ganti, habis itu, MBG katanya mau fokus ke daerah 3T. Lah, dari kemarin ke mana aja baru nyadar? Abad 19, Karl Mar...

Drama UGM: Sikap Politisi Orang Tua

Aku masih ingat betul Ibu Candi, guru Bahasa Indonesiaku. Ia dalam kesempatan mengajar memberi kami majalah yang di dalamnya terdapat rubrik cerita pendek. Aku dan kawan-kawanku dilatih ilmu penting itu: menelisik unsur intrinsik cerita; mengidentifikasi tema, alur, penokohan, latar, dan moral value yang terkandung di dalamnya. Saking pentingnya, ilmu ini aku dapatkan di lebih dari satu kesempatan belajar (SMP-SMK). Dan ternyata ilmu ini memang bermanfaat. Aku baru merasakannya sekarang. Khususnya untuk mengidentifikasi watak tokoh. Namun, kali ini medianya bukan teks, melainkan film. Kalau kamu lagi berlangganan Netflix, tontonlah sebuah film yang dibintangi oleh Julia Roberts, bertajuk Leave the World Behind  (2025). Di UGM Senin, pertengahan persis bulan Juni, Budiman Sujatmiko, seorang lelaki paruh baya yang satu bab masa mudanya terekam rapi menjadi video dokumenter berjudul Budiman Sudjatmiko and His Fight for Democracy in Indonesia  (1997) diteriaki "pengkhianat refor...

Hijrahnya Nidah Kirani

Aku memulai menilik memoar Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur (2020) dengan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo (SMK). Seseorang yang dikenal buruk oleh aku dan kawan-kawanku sewaktu duduk di bangku madrasah karena ulahnya memberontak di negeri kesatuan RI. Padahal kalau kita tahu, ia itu seorang aktivis pergerakan kemerdekaan, pernah berada di dalam Jong Java, kemudian Jong Islamiten Bond, dan menjadi follower HOS Cokroaminoto di Sarekat Islam hingga perjalanannya berakhir di tahun 1962 dihantam peluru hukuman mati setelah 13 tahun ke belakang mendeklarasikan Negara Islam Indonesia (NII). SMK kita jadikan pintu untuk memasuki isi memoar luka seorang muslimah bernama Nidah Kirani. Sebab, muasal perjalanan "spiritual" Kiran bermuara dari inspirasi tokoh ini. Semua-mua--kalau kata Gus Muh, kawan tokoh utama yang menuliskan ketangguhan perempuan itu menjadi sebuah buku yang sudah 20 tahun usianya. Hingga kemudian dipinjam menjadi karya sinema oleh Hanung Bramantyo. Kita bicarakan ju...