Daripada Resah

Ada baiknya memang kita diam. Ngga usah kasih warning ke pemerintah apalagi presiden. Usaha kita mewanti-wanti presiden lewat media sosial seperti pada program MBG itu bak remahan rengginang, dibuang doang. Pas kita kasih warning tahu kan gimana responnya di pidato-pidato beliau? Seakan kita jahat, ngga mau lihat negara ini maju.

Kita sudah ramai-ramai berkomentar di medsos kalau MBG itu ladang korupsi. Tapi, presiden Prabowo tetap percaya diri kalau MBG berjalan dengan baik. Kita sudah ramai-ramai ingetin, kalau penggelontoran APBN buat MBG itu berlebihan, tidak usah kasih MBG ke semua sekolah di semua daerah. Tetap saja dia lanjutin. Katanya, itu uang rakyat, daripada dikorupsi mending buat makan rakyat. Capek deh.

Belum lama, tiba-tiba kepala BGN ditangkap karena kasus korupsi anggaran MBG gila-gilaan. Siapa yang nyuruh nangkep? Presiden sendiri. Terus setelah kepalanya ganti, habis itu, MBG katanya mau fokus ke daerah 3T. Lah, dari kemarin ke mana aja baru nyadar?

Abad 19, Karl Marx memprediksi kapitalisme bakal runtuh dan dia nulis Das Kapital berdasarkan kondisi masyarakat saat itu yang bisa memicu runtuhnya Kapitalisme. Dan, prediksi Marx ngga tepat. Kapitalisme tetap eksis. Karena para pemodal pun mempelajari Das Kapital sehingga mereka bisa mencegah revolusi kelas pekerja.

Karl Marx sebenarnya secara ngga langsung waktu itu lagi ngingetin: eh, pemodal, kalau kalian pada semena-mena terus ke para pekerja ngga lama pasti mereka berontak, lho. Pemodal diam-diam mencerna peringatan dari Marx. Bawahannya Prabowo diam-diam membisiki telinganya: tuh, Bos, bener ternyata yang dibilang netizen kalau Dadan korupsi. Bu Nanik pakai juga tuh ide netizen kalau MBG buat daerah 3T saja. Tanpa mengakui kesalahan di belakang yang hambur-hambur anggaran buat kasih MBG ke banyak orang bahkan yang ngga butuh pun. Prabowo apalagi. Alih-alih mengakui kesalahan, dia malah sok-sokan bersedih dan lagi-lagi rakyat yang dijadikan tameng.

Ekonom harusnya ngga usah terang-terangan memprediksi bakal terjadi krisis kalau kebijakan fiskal masih ngga karuan buat MBG. Harusnya dibiarin aja. Biar prediksi itu mewujud nyata pada waktunya. Kalau terang-terangan kerugian kalian: pertama, bakal seperti Karl Marx yang ngga dipercaya sama orang. Yang kedua, percuma, kalian cuma dicap antek-antek asing. Prabowo anggap kalian cuma remahan rengginang.

Comments

Popular posts from this blog

Hijrahnya Nidah Kirani

Drama UGM: Sikap Politisi Orang Tua

Raja Ampat di Momentum Kurban