Adam Smith, Peletak Dasar Kapitalisme Belajar dari Ibnu Khaldun?

Tidak ada pernyataan jelas dari Adam Smith bahwa beliau belajar atau membaca karya Ibnu Khaldun. Hanya saja Smith menulis dalam History of Astronomy suatu pujian terhadap keberhasilan Islam dalam memajukan ilmu pengetahuan: "Kekuasaan di masa Khalifah tampaknya telah menjadi negara di mana dunia menikmati tingkat ketenangan yang dibutuhkan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. ...."

https://kumparan.com/rahmatullah-1615004483336015576/adam-smith-mengambil-teori-teori-dari-cendikiawan-muslim-1vInPzDSa2c/3

Sejauh yang aku jumpai, lebih banyak orang menyebut Adam Smith ketimbang satu Ibnu Khaldun. Betapa Muqaddimah sangat lebih tidak dikenal daripada Wealth of Nations. Secara genealogi wawasan para ahli ekonomi Muslim dipelajari oleh Adam Smith dan Karl Marx... (Harari, 2024: 337).

Disclaimer: tulisan ini bukan untuk mengglorifikasi zaman keemasan Islam


Dan sebetulnya tak perlu juga. Bahkan, Ibnu Khaldun sendiri dalam menggali keilmuannya tidak memandang apakah karya itu ditulis oleh seorang muslim atau non-muslim. Terutama mereka belajar dari filsuf-filsuf Yunani. Eh, tapi kenapa kita mengenal akrab nama Aristoteles, Plato, Socrates, sedangkan tidak demikian dengan Ibnu Khaldun?

Sains modern mekar di Eropa berkat imperium-imperium Eropa. Bidang tersebut jelas-jelas berutang besar sekali kepada tradisi-tradisi sains kuno, seperti yang berasal dari Yunani klasik, Tiongkok, India, dan dunia Islam, namun ciri uniknya baru mulai terbentuk pada zaman modern awal... (Harari, 2024: 337).

Sains Kuno, Sains Modern, Revolusi Sains


Entah, apa semua orang sepakat dengan pengelompokan ini: ilmu pengetahuan yang ditemukan sebelum tahun 1500 seperti Muqaddimah adalah sains kuno, dan apa yang dituliskan oleh ilmuwan seperti Isaac Newton pada 1687 dalam karyanya The Mathematical Principles of Natural Philosophy adalah sains modern.

Satu hal yang pasti, apa yang dinamakan Revolusi Sains itu terjadi. Ada loncatan besar yang dilakukan manusia yang sama sekali tidak terealisasi sebelumnya. Memang benar kalau ilmuwan Islam misalnya telah memberi dasar matematika untuk penelitian berabad setelahnya, tapi penemuan bom nuklir yang membumi-hanguskan Hiroshima dan Nagasaki hanya muncul di abad 20.

...Perkembangan itu disebut revolusi karena sampai kira-kira 1500 M manusia di seluruh dunia meragukan kemampuan mereka untuk memperoleh kekuatan-kekuatan medis, militer, dan ekonomi yang baru (Harari, 2024: 296).

Kita perlu mengakui bahwa penemuan setelah tahun 1500 tidak sama dengan penemuan sebelum-sebelumnya, khususnya oleh orang-orang Eropa dan imperiumnya. Semangat penaklukan yang dibawa oleh kapten Inggris di abad 19 dan semangat perang yang diintenalisasi oleh pasukan kekaisaran Mongol abad 13 berbeda. Kapten Inggris membawa serta para ilmuwan dalam ekspedisinya. Selain dalam rangka imperialisme juga ada maksud "memburu" temuan ilmiah yang mana manfaatnya kembali pada negaranya.

Imperialisme Eropa sama sekali tidak mirip semua proyek imperium lain dalam sejarah. Orang-orang yang berupaya mendirikan imperium terdahulu cenderung menganggap mereka telah memahami dunia. ... Sementara itu, para imperialis Eropa bertolak menuju negeri-negeri jauh dengan harapan memperoleh pengetahuan baru beserta wilayah-wilayah baru (Harari, 2024: 338).

Karena sains modern berkelindan dengan kapital dan kekuasaan


Oppenheimer beserta sekitar 130.000 ilmuwan di Manhattan Project pasti tidak bekerja sukarela. Dana milyaran dollar digelontorkan oleh Amerika Serikat untuk membayar kepandaian mereka dan segala peralatan dan material, dan seterusnya. Tentu pemerintah Amerika tidak melakukan itu sekadar untuk tujuan yang receh atau gaya-gayaan saja, agar negara yang mereka pimpin terlihat keren bisa membuat alat ini dan itu.

Terlepas dari proyek raksasa itu telah menjadi bagian dari genosida keji sepanjang sejarah manusia, namun dengan modal besar yang digelontorkan proyek itu hasilnya nyata di tanggal 7 dan 9 Agustus 1945.

Lembaga-lembaga politik dan ekonomi menyediakan sumber daya yang tanpanya penelitian saintifik nyaris mustahil. Sebagai balasan, penelitian saintifik menyediakan kekuasaan baru yang digunakan, .... (Harari, 2024: 297).

Peta Dunia yang masih kosong itu jadi pemantik pengetahuan dan muara penjajahan


Tahun 1459 peta dunia yang dibuat Fra Mauro, seorang ahli kartografi Eropa, nampak masih menyisakan ruang-ruang kosong yang menandakan adanya daratan-daratan yang belum diketahui. Itu yang merangsang keingintahuan para penjelajah Eropa (sekaligus penjajah).

Mentalitas "jelajahi dan taklukkan" menjiwai setiap pelayaran yang dilakukan orang-orang Eropa ke mana pun ke pulau yang belum pernah dijamahnya. Tidak cuma Belanda yang membawa mentalitas itu untuk menjajah Indonesia. Dan memang cara-cara yang dipakai penjajah Eropa itu hampir sama: mempelajari kebudayaannya, mengadu domba antar kelompok di tanah jajahan, menguasai tanah-tanahnya, menerapkan kerja-paksa untuk pribumi, dan seterusnya.

Mereka diperintah dengan tangan besi oleh para kolonis yang serakah dan bejat, yang memperbudak mereka dan memaksa mereka bekerja di pertambangan dan perkebunan, .... (Harari, 2024: 348).

Penutup


Sebelum era modern, kekayaan yang ada di dunia tidak bertumbuh, segitu-gitu aja. Sejak teori ekonomi pasar bebas itu ada dan diimplementasi, segalanya berubah. Dan pertumbuhan selalu menjadi primadona yang dikejar oleh setiap negara hingga sekarang. Sistem ekonomi modern adalah buah dari pengetahuan modern, menghasilkan pula pengetahuan modern lagi. Tapi tidak semua presiden paham. Pinjam kata Francis Bacon yang terkenal itu: "Scientia potentia est".

Comments

Popular posts from this blog

Drama UGM: Sikap Politisi Orang Tua

Ganti HP juga. Huufth

Keusilan Hujan